Postingan

UNINUS: Mengukuhkan Diri sebagai Kampus Swasta Berdampak di Bandung

UNINUS: Mengukuhkan Diri sebagai Kampus Swasta Berdampak di Bandung Bandung, September 2026 – Di tengah ketatnya persaingan perguruan tinggi di Jawa Barat, Universitas Islam Nusantara (UNINUS) terus menunjukkan eksistensinya sebagai salah satu kampus swasta terbaik dan bersejarah di Bandung. Berdiri sejak 30 November 1959, kampus yang berlokasi di Jalan Soekarno-Hatta No. 530 ini kini tidak hanya dikenal karena usianya, tetapi juga karena berbagai kontribusi akademik dan dampak nyata para alumninya bagi masyarakat. Kinerja Akademik dan Riset yang Semakin Diakui UNINUS menunjukkan tren peningkatan signifikan dalam bidang riset dan publikasi ilmiah. Berdasarkan Klasterisasi Perguruan Tinggi Tahun 2026 yang dirilis oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, UNINUS berhasil masuk dalam Klaster Utama. Capaian ini diperkuat dengan raihan hibah penelitian yang substansial. Sepanjang tahun 2025, UNINUS memperoleh hibah untuk 15 judul penelitian dan 5 program pengabdian kepada ma...

Museum Sri Baduga: Menjaga Jejak Peradaban Sunda dari Masa ke Masa

Gambar
Museum Sri Baduga: Menjaga Jejak Peradaban Sunda dari Masa ke Masa BANDUNG (15/9/2026) — Terletak strategis di seberang Taman Tegallega, Museum Sri Baduga menjadi pusat pelestarian warisan budaya Jawa Barat yang menyimpan kekayaan sejarah luar biasa. Nama museum ini diambil dari gelar Raja Agung Kerajaan Sunda, Prabu Siliwangi III, yang bergelar Sri Baduga Maharaja Ratu Haji berdasarkan isi Prasasti Batutulis, memerintah Pakwan Pajajaran pada 1482-1521 Masehi. Sejarah dan Bangunan Museum ini berdiri pada tahun 1974 atas gagasan Gubernur Jawa Barat Aang Kunaefi, memanfaatkan bangunan bekas kantor Kawedanan Tegallega. Pada 5 Juni 1980, museum diresmikan sebagai Museum Negeri Provinsi Jawa Barat oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Dr. Daoed Joesoef, dan pada tahun 1990 resmi berganti nama menjadi Museum Sri Baduga. Bangunan seluas 8.030 meter persegi ini mengusung arsitektur tradisional khas Jawa Barat, yakni rumah panggung beratap suhunan panjang yang dipadukan dengan gaya...

Tugas dan Tanggung Jawab Civitas Akademika

Gambar
Jakarta, 12 September 2026 – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) melalui Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan resmi mengeluarkan surat edaran Nomor 1209/DST/C3/DT.06.01/2026 tertanggal 9 September 2026. Surat tersebut berisi instruksi kepada seluruh perguruan tinggi di Indonesia untuk segera melakukan pemutakhiran data pada Sistem Informasi Riset dan Teknologi (SINTA). Langkah ini krusial karena data SINTA akan menjadi bahan utama penyusunan klasifikasi perguruan tinggi tahun 2027, sekaligus dasar penetapan skema dan pemberian bantuan pendanaan Program Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat. Tugas dan Tanggung Jawab Civitas Akademika Dalam surat edaran tersebut, Kemendiktisaintek merinci beberapa poin tindakan yang harus dilakukan oleh berbagai pihak di lingkungan perguruan tinggi: 1. Pimpinan Perguruan Tinggi diimbau untuk menginformasikan kepada para dosen agar:    · Melakukan pemutakhiran data Scopus ID, Garuda ID, ...

Minat terhadap Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) di Universitas Langlangbuana (Unla) Terus Meningkat

Gambar
Minat terhadap Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) di Universitas Langlangbuana (Unla) Terus Meningkat Bandung (9/9/2026) – Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) di Universitas Langlangbuana (Unla) Bandung semakin diminati, terutama oleh para profesional yang ingin melanjutkan pendidikan tanpa harus mengulang materi yang telah dikuasai melalui pengalaman kerja. Program yang dinilai fleksibel ini menjadi salah satu daya tarik utama Unla dalam penerimaan mahasiswa baru. Apa Itu RPL? RPL adalah jalur penerimaan mahasiswa baru yang memberikan pengakuan atas capaian pembelajaran yang diperoleh dari pendidikan formal, non-formal, informal, atau pelatihan, termasuk pengalaman kerja. Unla secara aktif membuka jalur ini bagi calon mahasiswa baru di berbagai jenjang. Syarat dan Ketentuan Berdasarkan informasi resmi Unla, terdapat beberapa ketentuan bagi calon mahasiswa RPL: · Pindahan Perguruan Tinggi: Calon mahasiswa harus berasal dari perguruan tinggi yang terdaftar d...

Dampak Penurunan Indikator Bencana Nasional Oleh MK

Gambar
Dampak Penurunan Indikator Bencana Nasional  Oleh MK                                                                                                                        Konteks singkat: Putusan MK No. 261/PUU-XXIII/2025 (28 Agustus 2026) menurunkan ambang penetapan status bencana nasional dari kumulatif 5 indikator menjadi minimal 3 dari 5, dengan jumlah korban wajib menjadi salah satu yang terpenuhi. Ini mengubah gerbang akses terhadap sumber daya fiskal dan kelembagaan nasional (APBN, Dana Siap Pakai, otoritas BNPB pusat) — bukan menambah anggaran itu sendiri. Logika kausal singkatnya: Ambang_indikator ↓ → Jumlah_daerah_lolos_status_nasional ↑ → Akses_sumber_daya_pusat(d...

Tantangan dan Hambatan Gubernur Bank Indonesia di Tengah Pusaran Masalah Makro dan Mikro Ekonomi

Gambar
Opini:                                                        Tantangan dan Hambatan Gubernur Bank Indonesia di Tengah Pusaran Masalah Makro dan Mikro Ekonomi Memasuki tahun 2026, kursi Gubernur Bank Indonesia (BI) mungkin menjadi salah satu posisi paling "panas" dan penuh tekanan di kancah perekonomian nasional. Pengunduran diri pendahulunya telah menyisakan ruang kosong yang tidak hanya bersifat institusional, tetapi juga psikologis bagi para pelaku pasar. Kini, Destry Damayanti yang resmi menjabat menghadapi ujian nyata: bagaimana menstabilkan kapal ekonomi di tengah badai yang menerpa dari hulu (makro) hingga hilir (mikro). Berikut adalah tiga tantangan utama yang menurut saya menjadi "gunung es" bagi kebijakan bank sentral saat ini. Pertama, krisis kepercayaan dan independensi yang tergerus. Pergantian kepemimpinan yang berlangsung ...

Desil dan PPP Bank Dunia

Garut, 2 /9/2026. Analisis komprehensif atas dua data yang Anda sajikan—tingkat kemiskinan tinggi (64,2% versi Bank Dunia) dan ketimpangan yang diukur dengan Gini Ratio—mengungkap sejumlah kelemahan sistemik yang saling terkait. Berikut uraiannya: 1. Kontradiksi Semu: Kemiskinan Turun, Tapi Ketimpangan Melebar Kelemahan utama pertama adalah adanya paradoks data. Di satu sisi, data resmi BPS menunjukkan jumlah penduduk miskin turun menjadi 22,93 juta orang (8,07%) pada Maret 2026. Namun di sisi lain, Gini Ratio justru naik dari 0,363 (September 2025) menjadi 0,368 (Maret 2026). Hal ini mengindikasikan bahwa meskipun secara absolut jumlah penduduk di bawah garis kemiskinan nasional (Rp 669.235/kapita/bulan) berkurang, jurang antara kelompok kaya dan miskin semakin melebar. Pertumbuhan ekonomi tidak dinikmati secara merata. 2. Lemahnya Akurasi Data Kemiskinan (Standar Ganda) Terdapat kelemahan mendasar pada definisi dan standar pengukuran kemiskinan yang digunakan: · Standar Nasional Terl...