Pembangunan Kampus Poltekpar NHI Bandung Dayeuhkolot Dituding Picu Banjir dan Tutup Akses Jalan
Warga Citeureup Dayeuhkolot Protes: Pembangunan Kampus Poltekpar NHI Bandung Dayeuhkolot Dituding Picu Banjir dan Tutup Akses Jalan
BANDUNG (13/10/2025)— Proyek pembangunan kampus baru Politeknik Pariwisata NHI Bandung (dulu Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung/STP Bandung) di Radio Palasari, RW 12 Desa Citeureup Bandung kawasan Pendidikan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, menuai keluhan serius dari warga setempat, khususnya di Kampung Sukabirus, Desa Citeureup, Dayeuhkolot. Warga menuding pembangunan ini menjadi salah satu penyebab utama meningkatnya masalah banjir dan penutupan akses jalan.
Keluhan ini mencuat karena pembangunan kampus yang digadang-gadang menjadi salah satu yang terbesar di dunia tersebut, dinilai telah menimbulkan dampak sosial dan lingkungan yang merugikan masyarakat sekitar.
Dampak Sosial dan Lingkungan yang Dikeluhkan
Ketua RW 13 Kampung Sukabirus, Agus Beni, mengungkapkan bahwa terdapat sejumlah permasalahan mendesak yang timbul akibat proyek pembangunan tersebut. Permasalahan utama yang menjadi fokus keluhan warga antara lain:
Pertama Peningkatan Potensi Banjir, Warga mendesak adanya peninggian jembatan sungai Cigede. Diduga, pengerjaan proyek di sekitar area tersebut telah memperparah luapan air sungai yang memang sudah menjadi bencana tahunan di Dayeuhkolot. kedua Penutupan Akses Jalan: Pihak kampus, yang kini bernama Universitas Pariwisata (merujuk pada sumber keluhan warga), dituding telah menutup akses jalan masyarakat. Agus Beni menegaskan bahwa penutupan akses jalan ini merupakan dampak sosial langsung dari penggusuran lahan yang dilakukan, padahal proses penyelesaian dengan warga terkait lahan tersebut diklaim belum tuntas. Bahkan pembangunan yang dilakukan baru-baru ini tidak mematuhi standar keamanan warga sekitar terutama bahayakan anak-anak,nampak ngak ada pagar pengaman pengalian pemagaran.
Warga berharap agar pihak manajemen kampus dan instansi pemerintah terkait segera bertindak untuk menjadi fasilitator dan mencari solusi atas masalah yang telah mereka rasakan. Mereka menuntut adanya penyelesaian yang adil terkait akses jalan yang telah ditutup dan upaya konkret untuk mitigasi bencana banjir.
Kampus Baru Dayeuhkolot Digadang-gadang Berskala Internasional
Terlepas dari masalah yang timbul, proyek pembangunan kampus Poltekpar NHI Bandung di Dayeuhkolot, yang berdiri di atas lahan seluas 34 hektar, merupakan inisiatif strategis pemerintah.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif saat itu, Sandiaga Salahuddin Uno, pada tahun 2022 pernah mengeklaim bahwa kampus ini akan menjadi yang terbesar di dunia dan diharapkan menjadi tonggak dasar dalam mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) pariwisata Indonesia yang berkualitas dan berdaya saing global. Kampus ini direncanakan rampung seluruhnya pada tahun 2025 dan mengusung konsep Eco-Green serta bertaraf internasional.
Namun, harapan besar dari proyek ini kini berhadapan dengan realitas di lapangan berupa keluhan warga yang menuntut tanggung jawab sosial dan lingkungan dari pihak pengembang kampus (Palasari,13/10/2025).
Komentar
Posting Komentar