Guterres: Masa Depan AI Tidak Boleh Ditentukan oleh Segelintir Miliarder
Guterres: Masa Depan AI Tidak Boleh Ditentukan oleh Segelintir Miliarder
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres memperingatkan bahwa masa depan AI tidak dapat ditentukan oleh segelintir negara atau diserahkan kepada keinginan beberapa miliarder. Ia menegaskan, "AI harus menjadi milik semua orang." [Koran Jakarta ®](https://koran-jakarta.com/2026-02-20/sekjen-pbb-masa-depan-ai-tak-boleh-mengikuti-keinginan-beberapa-miliarder)
Pernyataan ini disampaikan pada AI Impact Summit di New Delhi, India, pada 19 Februari 2026. Ini merupakan pertemuan keempat dalam serangkaian KTT AI internasional yang telah diselenggarakan sejak 2023 di Prancis, Korea Selatan, dan Inggris Raya. Agenda utama edisi tahun ini mencakup gangguan lapangan kerja, keamanan anak, dan regulasi. [BisnisUpdate](https://bisnisupdate.com/luar-negeri/para-pemimpin-dunia-bahas-masa-depan-ai-di-ktt-global-india-di-new-delhi/380877/)
Guterres menyerukan pembentukan dana global sebesar 3 miliar dolar AS untuk membantu negara-negara berkembang mengakses teknologi AI. Ia menekankan bahwa jumlah tersebut kurang dari satu persen pendapatan tahunan satu perusahaan teknologi saja — "harga kecil untuk penyebaran AI yang menguntungkan semua pihak." [UN News](https://news.un.org/en/story/2026/02/1166996)
Ia juga memperingatkan bahwa jika pertumbuhan AI tidak diatur, teknologi ini bisa memperdalam ketimpangan, memperkuat bias, dan mendorong kerugian. Guterres menekankan perlunya "pagar pengaman yang menjaga agensi manusia, pengawasan manusia, dan akuntabilitas manusia." [UN News](https://news.un.org/en/story/2026/02/1166996)
Intinya, PBB mendorong agar tata kelola AI bersifat inklusif dan tidak hanya dikuasai oleh negara-negara kaya atau konglomerat teknologi besar.
Komentar
Posting Komentar