Jelang Ramadhan dan Imlek 2026, Harga Sembako Mulai Merangkak Naik
Jelang Ramadhan dan Imlek 2026, Harga Sembako Mulai Merangkak Naik
Lebak, 15 Februari 2026 – Menjelang perayaan Tahun Baru Imlek 2026 yang menjelang dan bulan suci Ramadhan yang akan segera tiba dalam hitungan pekan, harga sejumlah kebutuhan pokok di berbagai daerah di Indonesia mengalami fluktuasi, bahkan cenderung meningkat. Lonjakan permintaan yang biasanya terjadi pada momen hari besar keagamaan menjadi pemicu utama gejolak harga ini, memberikan tekanan tersendiri bagi para pedagang dan ibu rumah tangga.Kenaikan Harga Mulai Terasa di Tingkat Pedagang
Di Kabupaten Lebak, Banten, para pedagang dan pembeli mulai merasakan dampak kenaikan harga sembako sejak awal Februari. Berdasarkan pantauan di Pasar Tradisional Sampay, Kecamatan Warunggunung, komoditas seperti telur ayam, gula pasir, dan minyak goreng mengalami lonjakan harga.
Seorang pedagang sembako, Yubi (53), mengungkapkan bahwa kenaikan terjadi dalam empat hari terakhir. Harga telur ayam naik dari Rp28.000 menjadi Rp30.000 per kilogram. Begitu pula dengan minyak goreng curah yang meningkat dari Rp17.000 menjadi Rp18.000 per liter. "Kalau minyak goreng kemasan semua merek naik. Minyakita sekarang dijual Rp19.000 per liter, sama dengan merek lain, tidak sesuai HET," keluh Yubi kepada BeritaSatu.com .
Kondisi serupa juga dilaporkan dari Pasar Flamboyan, Pontianak, Kalimantan Barat. Meski secara umum harga bahan pokok masih terbilang stabil, komoditas gula pasir mulai merangkak naik dari Rp17.000 menjadi Rp18.000 per kilogram sejak akhir Januari. Pedagang setempat, Tomy, menduga kenaikan ini dipicu oleh meningkatnya permintaan masyarakat menjelang Imlek dan persiapan Ramadhan .
Sementara itu, di Pasar Baru Gresik, Jawa Timur, tim Satgas Pangan Polres Gresik menemukan bahwa harga mayoritas komoditas masih relatif stabil, namun terdapat kenaikan signifikan pada harga cabai rawit merah yang mencapai Rp78.000 per kilogram. "Kenaikan harga cabai rawit merah dipengaruhi beberapa faktor, mulai dari cuaca hingga harga beli dari distributor," ujar Kanit IV Tipidek Satreskrim Polres Gresik, Iptu Luthfi Hadi Nugroho, Jumat (6/2/2026) .
Data Harga di Beberapa Daerah
Berikut adalah perbandingan harga beberapa komoditas kebutuhan pokok di sejumlah wilayah:
Pasar Cisalak, Depok (9 Februari 2026)
· Beras Medium: Rp13.500/kg (Sesuai HET)
· Gula Pasir Kemasan: Rp19.000/kg
· Minyakita: Rp15.700/liter (Sesuai HET)
· Telur Ayam Ras: Rp31.000/kg
· Cabai Rawit Merah: Rp85.000/kg
· Daging Ayam Ras: Rp40.000/kg
· Daging Sapi: Rp130.000/kg
(Sumber: Kontan.co.id, peninjauan Wamendag)
Pasar Baru Gresik, Jatim (6 Februari 2026)
· Beras Premium: Rp14.900/kg
· Gula Pasir: Rp16.500/kg
· Minyakita: Rp15.700/liter
· Telur Ayam Ras: Rp27.000/kg
· Cabai Rawit Merah: Rp78.000/kg
(Sumber: Beritajatim.com)
Surabaya, Jatim (4 Februari 2026)
· Beras Premium: Rp15.416/kg (Stabil)
· Gula Kristal Putih: Rp16.833/kg (Stabil)
· Minyakita: Rp15.966/liter (Turun tipis)
· Telur Ayam Ras: Rp28.000/kg (Stabil)
· Cabai Rawit Merah: Rp61.166/kg (Naik 0,55%)
(Sumber: Media Indonesia)
Pemerintah dan BUMN Gencarkan Operasi Pasar
Menyikapi gejolak harga ini, pemerintah bersama Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bergerak cepat melakukan berbagai langkah stabilisasi. Perumda Pasar Jaya di DKI Jakarta, misalnya, menargetkan untuk menggelar pasar murah hingga hampir 500 kali selama bulan Februari dan Ramadhan 2026, meningkat drastis dibanding tahun sebelumnya. "Ini bagian dari upaya kami menjaga stabilitas pasokan dan harga selama Ramadan," ujar Direktur Utama Perumda Pasar Jaya, Agus Himawan .
Pemerintah Kota Surabaya juga mengintensifkan pasar murah di 31 kecamatan, bahkan dua titik setiap harinya selama Ramadhan. Langkah ini diharapkan dapat menjaga keseimbangan antara ketersediaan pasokan dan daya beli masyarakat . Upaya serupa dilakukan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Aceh yang bekerja sama dengan Bulog untuk menggelar pasar murah di Aceh Barat, menyediakan 18 ton beras premium dan 45.000 butir telur ayam .
Selain kebutuhan pangan, PT Pertamina Patra Niaga juga mengantisipasi lonjakan kebutuhan energi dengan menambah pasokan LPG 3 kg sebanyak 7,8 juta tabung. Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menyatakan langkah ini untuk melayani kebutuhan rumah tangga dan usaha mikro yang biasanya meningkat saat hari besar keagamaan .
Dampak Sosial dan Imbauan
Kenaikan harga ini memberikan dampak nyata pada masyarakat. Lefi (47), seorang pembeli di Pasar Sampay, Lebak, mengaku keberatan dengan lonjakan harga. "Harga-harga sekarang melonjak, sementara pemasukan tidak ikut naik. Minyak kan kebutuhan pokok, jadi jelas keberatan," tuturnya. Ia pun terpaksa mencari tambahan penghasilan dengan berjualan gorengan untuk membantu perekonomian keluarga .
Di sisi lain, kenaikan harga juga menekan omzet para pedagang. Yubi mengaku omzet penjualannya merosot hingga 45 persen karena pembeli mengurangi jumlah belanjaan .
Pemerintah mengimbau masyarakat untuk berbelanja secara bijak dan tidak melakukan panic buying. Masyarakat juga diingatkan untuk membeli LPG 3 kg sesuai peruntukannya di pangkalan resmi guna mendapatkan harga sesuai ketentuan . Sementara itu, pengamat ekonomi menyarankan pemerintah untuk terus memperkuat pasokan pangan domestik, menekan biaya logistik, dan mewaspadai faktor eksternal seperti cuaca dan geopolitik yang dapat mempengaruhi inflasi pangan .
Dengan berbagai upaya stabilisasi harga yang dilakukan, diharapkan kebutuhan pokok masyarakat selama bulan suci Ramadhan dan perayaan Idulfitri nanti dapat terpenuhi dengan harga yang terjangkau. (Garut, 15/2/2026)
Komentar
Posting Komentar