Amerika Terjebak Perang Regional Israel–Iran: Apakah Sistem Petrodollar Bisa Bubar?

Amerika Terjebak Perang Regional Israel–Iran: Apakah Sistem Petrodollar Bisa Bubar?

Apa yang Sebenarnya Terjadi?

Jeffrey Sachs benar soal akar masalahnya. Ia menilai konflik AS–Iran bukan semata soal senjata nuklir, melainkan terkait kepentingan geopolitik di Timur Tengah — bahwa isu nuklir kerap dijadikan alasan sementara akar persoalan lebih dalam, yakni soal hegemoni regional Israel. [Consilium](https://www.consilium.europa.eu/en/meetings/european-council/2025/12/18/)
Dan kini kita tahu persis apa yang ia maksud. Pada 28 Februari 2026, Israel dan AS meluncurkan serangan gabungan ke berbagai lokasi di Iran dalam operasi yang diberi kode "Roaring Lion" oleh Israel dan "Operation Epic Fury" oleh Pentagon — termasuk pembunuhan Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei. [ABC News](https://abcnews.go.com/International/european-nations-commit-troops-ukraine-part-milestone-peace/story?id=128972870) Trump tidak menguraikan ancaman langsung dari Iran sebelumnya, dan tidak memiliki rencana terperinci tentang apa yang akan terjadi di Iran setelahnya — menjadikan ini sebuah pertaruhan kolosal dengan justifikasi hukum yang dipertanyakan. [Chatham House](https://www.chathamhouse.org/2026/02/europe-helping-ukraine-resist-us-push-peace-any-price)

Penting dicatat: serangan itu dilakukan hanya seminggu setelah Oman mengkonfirmasi putaran ketiga negosiasi nuklir di Jenewa dengan penilaian adanya "dorongan positif." [House of Commons Library](https://commonslibrary.parliament.uk/research-briefings/cbp-10411/) AS menyerang di tengah meja perundingan yang masih terbuka — persis seperti yang disinggung Sachs bahwa Iran berulang kali menyampaikan keinginan untuk bernegosiasi, namun Amerika Serikat tidak menerima tawaran tersebut. [Consilium](https://www.consilium.europa.eu/en/meetings/european-council/2025/12/18/)

Apakah AS "Terjebak"?

Dalam arti strategis, ya. Trump telah menyimpang dari polanya selama ini dalam mengambil tindakan tegas dengan jalan keluar yang segera dan tidak menyakitkan — ini adalah perjudian besar yang pertanyaan utamanya adalah: apakah Iran akan berhasil menjatuhkan biaya besar kepada AS? [Consilium](https://www.consilium.europa.eu/en/press/press-releases/2026/01/06/robust-security-guarantees-for-a-solid-and-lasting-peace-in-ukraine-statement-of-the-coalition-of-the-willing-issued-by-france/)

Jawabannya sudah mulai terlihat. Iran melancarkan serangan balasan ke pangkalan militer AS di Qatar, Kuwait, UAE, dan Bahrain, serta serangan ke Israel dan Yordania. [Chatham House](https://www.chathamhouse.org/2026/02/europe-helping-ukraine-resist-us-push-peace-any-price) Rudal Iran bahkan berhasil menembus Iron Dome dan menghantam gedung pemukiman dekat Yerusalem. [Consilium](https://www.consilium.europa.eu/en/press/press-releases/2025/12/19/european-council-18-december-2025-ukraine/) Yang lebih mengkhawatirkan, puing drone Iran yang dicegat merusak kompleks di Abu Dhabi yang menampung kedutaan besar Israel. [Consilium](https://www.consilium.europa.eu/en/press/press-releases/2025/12/19/european-council-18-december-2025-ukraine/)

Di sisi domestik, Trump telah memulai perang tanpa persetujuan Kongres, tanpa debat publik yang serius, dan di tengah oposisi publik yang besar — yang oleh para ahli dinilai sebagai tindakan inkonstitusional dan berkhianat dari janjinya untuk mendahulukan kepentingan rakyat Amerika. [Chatham House](https://www.chathamhouse.org/2026/02/europe-helping-ukraine-resist-us-push-peace-any-price)

Selat Hormuz: Senjata Nuklir Ekonomi Iran

Di sinilah pertanyaan "apakah BOP bisa bubar?" menjadi sangat relevan.

Sekitar 20–30 persen pasokan minyak dan gas global dikirim melalui Selat Hormuz. Penutupan Selat Hormuz akan mengganggu sekitar seperlima minyak yang diperdagangkan secara global dalam semalam — dan harga tidak hanya akan melonjak, tapi akan melompat secara dramatis bahkan hanya dari ketakutan. [Wikipedia](https://en.wikipedia.org/wiki/2026_Israeli%E2%80%93United_States_strikes_on_Iran)

Iran tampaknya telah menggunakan salah satu opsi retaliasi: memperketat akses ke Selat Hormuz yang strategis, dengan media semi-resmi Iran menyebut selat itu efektif tertutup, dan kapal-kapal melaporkan mendengar siaran radio yang mengklaim berasal dari angkatan laut Iran yang menyatakan transit dilarang. [CNN](https://www.cnn.com/world/live-news/israel-iran-attack-02-28-26-hnk-intl)

Dampak ekonomi yang diproyeksikan pakar sangat mengejutkan:

- Menurut analis Rapidan Energy Group, "penutupan Selat Hormuz yang berkepanjangan adalah jaminan resesi global." [Democracy Now!](https://www.democracynow.org/2026/2/28/special_report_us_israel_launch_unprovoked)
- Analis energi memperingatkan bahwa skenario ini bisa tiga kali lebih parah dari embargo minyak Arab dan Revolusi Iran di tahun 1970-an, mendorong harga minyak ke angka tiga digit, sementara harga LNG bisa menguji rekor tertinggi 2022. [Council on Foreign Relations](https://www.cfr.org/articles/gauging-the-impact-of-massive-u-s-israeli-strikes-on-iran)
- Proyeksi paling ekstrem memperkirakan harga minyak bisa melonjak ke $120–150 per barel dalam hitungan hari dari penutupan penuh, dengan gangguan berkepanjangan mendorong harga ke $180–200 per barel. [Wikipedia](https://en.wikipedia.org/wiki/2026_Iran%E2%80%93United_States_crisis)
- Seorang analis dari International Crisis Group memperingatkan "guncangan akan bergema jauh melampaui pasar energi, memperketat kondisi keuangan, memicu inflasi, dan mendorong ekonomi-ekonomi yang rapuh semakin mendekati resesi dalam hitungan minggu." [Wikipedia](https://en.wikipedia.org/wiki/2026_Israeli%E2%80%93United_States_strikes_on_Iran)

China menerima setengah dari impor minyaknya dari Selat Hormuz. Dunia tidak memiliki kapasitas cadangan yang cukup untuk menggantikan hilangnya pasokan dari Teluk, karena semua kapasitas cadangan itu ada di negara-negara Teluk yang minyaknya juga melewati Selat Hormuz. [Democracy Now!](https://www.democracynow.org/2026/2/28/special_report_us_israel_launch_unprovoked)

---

### Ancaman Nyata terhadap Sistem Petrodollar

Ini adalah jantung dari pertanyaan "apakah BOP bisa bubar?" — dan analisa Sachs menjadi sangat relevan di sini.

Sistem petrodollar lahir pada 1970-an dari kesepakatan AS–Arab Saudi bahwa minyak dunia dijual dalam dolar, sehingga menciptakan permintaan global yang konstan terhadap dolar dan memungkinkan AS membiayai defisit besar dengan mencetak utang. Iran, Venezuela, dan Rusia dilarang memperdagangkan minyak mereka sebagai bagian dari sanksi ekonomi, tetapi mereka melakukannya dengan menghindari dolar, yang menyebabkan berkurangnya permintaan terhadap mata uang itu. [CNBC](https://www.cnbc.com/2026/02/28/iran-us-attack-oil-market-economy.html)

Perang di Iran justru bisa mempercepat keruntuhan sistem yang ingin dipertahankan AS:

**Pertama, "senjataisasi" dolar memicu pelarian diri dari dolar.** "Elemen paling serius yang mempercepat diversifikasi ini adalah persenjataan sistem perbankan hegemonik melalui sanksi, pembekuan aset, dan penyitaan cadangan devisa banyak negara — yang membuat negara-negara berpikir ulang tentang ketergantungan pada sistem yang kini menjadi ancaman bagi kedaulatan nasional mereka," kata seorang ekonom. [Al Jazeera](https://www.aljazeera.com/news/2026/2/22/iran-us-tensions-what-would-blocking-strait-of-hormuz-mean-for-oil-lng)

**Kedua, de-dolarisasi sudah berjalan.** China kini menyelesaikan sepertiga perdagangannya dalam yuan, naik dari 20% pada 2022. Rusia mayoritas berdagang dalam rubel dan yuan. Iran menjual minyaknya secara diam-diam ke China melalui kapal tanker bayangan yang melewati jalur hukum. [Bloomberg](https://www.bloomberg.com/news/articles/2026-02-28/can-iran-close-the-strait-of-hormuz-oil-market-impact-explained)

**Ketiga, BRICS membangun sistem paralel.** Koalisi BRICS+ kini mewakili 45% populasi global, 35% PDB global (dalam paritas daya beli), dan 30% produksi minyak global. [CNBC](https://www.cnbc.com/2026/03/01/experts-weigh-potential-scenarios-for-oil-if-strait-of-hormuz-closes.html) Pada Desember lalu mereka meluncurkan UNIT — mata uang digital yang 40% didukung emas.

**Keempat, bahkan kemenangan AS pun tidak akan menyelamatkan petrodollar.** Bahkan jika Trump berhasil menggulingkan rezim Iran dan mengendalikan manajemen minyaknya, kehilangan hegemoni dolar adalah proses yang tidak dapat dibalik. Mekanisme 'petrodollar recycling' yang menopang posisi hegemonik dolar sejak awal 1970-an tidak lagi layak. [CNBC](https://www.cnbc.com/2026/02/28/iran-us-attack-oil-market-economy.html)

---

### Paradoks Strategis: AS Memperlemah Dirinya Sendiri

Inilah ironi terbesar dari analisa Sachs. Dengan menyerang Iran demi mempertahankan hegemoni regional Israel — yang secara tidak langsung juga dimaksudkan untuk mempertahankan sistem petrodollar — AS justru:

**1. Mendestabilisasi pasar minyak Teluk** yang merupakan tulang punggung sistem petrodollar itu sendiri. Serangan Iran ke UAE, Qatar, Kuwait, dan Bahrain mengancam fasilitas ekspor minyak yang menjamin aliran petrodollar ke AS.

**2. Mempercepat aliansi Iran–China–Rusia.** Semakin Iran ditekan, semakin ia bergantung pada yuan China untuk perdagangan minyaknya. Saat ini China membayar 95% minyak Iran dalam yuan. [FilmoGaz](https://www.filmogaz.com/175868)

**3. Mengasingkan negara-negara Teluk** yang secara tradisional adalah mitra petrodollar AS. Serangan Iran ke Arab Saudi, UAE, dan Kuwait — meski ditujukan ke pangkalan AS di sana — tetap mengguncang kepercayaan bahwa AS bisa melindungi mitra Teluknya tanpa mengorbankan keamanan mereka.

**4. Memperkuat narasi "Selatan Global"** bahwa tatanan berbasis aturan yang digembar-gemborkan Barat hanyalah kedok bagi kepentingan unilateral AS. Kanada dan pemerintah Eropa hanya mengeluarkan pernyataan yang sangat berhati-hati dan penurut, tidak benar-benar bersandar pada retorika tentang kedaulatan atau hukum internasional. [Wikipedia](https://en.wikipedia.org/wiki/Peace_negotiations_in_the_Russo-Ukrainian_war_(2022%E2%80%93present))

---

### Implikasi bagi Indonesia

Dari sudut pandang Indonesia, ini adalah ujian nyata dari posisi "bebas-aktif":

**Ekonomi:** Indonesia sebagai importir minyak akan langsung terdampak lonjakan harga. IHSG sudah bergerak merespons. Selat Hormuz yang terganggu akan memukul biaya impor energi dan inflasi dalam negeri.

**Diplomatik:** Inisiatif Indonesia sebagai mediator yang sedang disebut-sebut perlu dimanfaatkan secara aktif. Dengan posisi abstain di PBB soal Ukraina dan hubungan baik dengan semua pihak, Indonesia memiliki kredibilitas yang tidak dimiliki negara Barat manapun untuk memfasilitasi de-eskalasi.

**Strategis:** Krisis ini memperlihatkan betapa rentannya sistem ekonomi global yang masih terpusat pada petrodollar dan jalur laut sempit seperti Selat Hormuz. Indonesia perlu mempercepat diversifikasi energi dan memperkuat mekanisme perdagangan regional yang tidak tergantung pada sistem dolar semata.

---

### Kesimpulan: BOP Tidak Bubar Sekarang, Tapi Retaknya Kian Nyata

Sistem petrodollar tidak akan runtuh dalam semalam. Dolar masih terlalu dominan dalam likuiditas, transparansi, dan kepercayaan institusional untuk tergantikan cepat. Bahkan Yanis Varoufakis memperkirakan keistimewaan dolar sebagai satu-satunya mata uang yang mengatur sistem moneter global akan lenyap dalam maksimal sepuluh tahun. [CNBC](https://www.cnbc.com/2026/02/28/iran-us-attack-oil-market-economy.html)

Tetapi perang Iran ini adalah akselerator. Setiap bom yang jatuh di Tehran memperkuat argumen bagi negara-negara Selatan Global untuk mempercepat de-dolarisasi, memperluas BRICS, dan membangun sistem pembayaran alternatif. Sachs benar: ini bukan soal nuklir. Ini soal siapa yang memegang kendali atas minyak — dan melalui minyak, siapa yang memegang kendali atas dunia.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Di Ujung Tanduk Sejarah: Krisis Iran-Amerika dan Pencarian Jalan Keluar yang Mustahil

Gagasan "Revolusi Persemakmuran"

OKI sebagai "Khilafah Fungsional" Abad Ini: Menuju Peran Strategis di Tengah Multipolaritas Global