Teori Out Of Sundaland, Not Out Of Nusantara
Menegaskan bahwa Teori Out of Sundaland dikemukakan oleh Stephen Oppenheimer — ahli genetik dan struktur DNA dari Oxford University — berdasarkan penelitiannya atas geologi, arkeologi, genetika, linguistik, dan mitologi. Teori ini menyatakan bahwa Sundaland merupakan wilayah daratan cikal bakal Kepulauan Nusantara yang peradabannya akhirnya tenggelam akibat banjir besar antara 14.000–7.000 tahun lalu, mendorong penghuninya menyebar ke berbagai penjuru dunia. [Wikipedia](https://en.wikipedia.org/wiki/List_of_Indonesian_monarchies)
Nama "Sundaland" sendiri sebenarnya bukan istilah baru — ia diciptakan pada tahun 1919 oleh Gustaaf Adolf Frederik Molengraaff, seorang ahli geologi dari Hindia Belanda, yang menemukan bahwa kedalaman laut yang hampir seragam di kawasan paparan Sunda menunjukkan adanya dataran yang terbentuk oleh erosi berkepanjangan akibat peristiwa banjir besar saat lapisan es mencair. [Wikipedia](https://en.wikipedia.org/wiki/Member_states_of_the_Commonwealth_of_Nations)
Penemuan terbaru Mei 2025 mengkonfirmasi hal ini: tim arkeolog dari Universitas Leiden berhasil menemukan fosil Homo erectus berusia 140.000 tahun di dasar laut Selat Madura — merupakan temuan pertama fosil vertebrata di dasar laut Indonesia, yang juga mengungkap peninggalan dari 36 spesies vertebrata lainnya. [VietnamPlus](https://en.vietnamplus.vn/indonesia-steps-up-plan-to-relocate-civil-servants-to-new-capital-post339068.vnp)
Prof. Dr. Danny Hilman Natawidjaja dari BRIN, dalam Seminar Nasional Warisan Peradaban Sundaland yang diselenggarakan AIPI, menyatakan bahwa Gunung Padang istimewa karena dibangun sejak Zaman Es kemudian dibangun lagi setelah Zaman Es — dan mengaitkannya dengan teori siklus peradaban: ada peradaban yang hilang akibat bencana katastrofi, dan Göbekli Tepe serta Gunung Padang adalah sisa-sisa dari mereka yang selamat. [Antara News](https://en.antaranews.com/news/211097/nusantara-and-its-changing-meanings)
⚠️ Catatan Kritis yang Penting
Perlu dicatat secara ilmiah bahwa Lembaga Eijkman mengungkapkan bahwa usulan teori Out of Sundaland secara arkeologis belum terbukti dan tidak dapat menjelaskan bagaimana dan sebab manusia bermigrasi, sementara data mtDNA, studi linguistik dan beberapa bukti arkeologi justru menjadi dasar teori Out of Taiwan yang lebih diterima konsensus akademik saat ini. [Al Jazeera](https://www.aljazeera.com/news/2024/8/16/nusantara-indonesias-costly-symbol-of-progress-set-for-inauguration)
🔬 Sintesis: Posisi Ilmiah yang Jujur
Berdasarkan semua sumber, inilah peta jujurnya:
| Status | Out of Taiwan | Out of Sundaland |
| Konsensus akademik| ✅ Mayoritas linguist & genetikis | ⚠️ Minoritas tapi berkembang |
| Bukti terbaru 2025| Stabil | Menguat— fosil Selat Madura |
| Dukungan BRIN/AIPI| Tidak spesifik | Ya— Seminar Nasional AIPI |
| Status Gunung Padang | Tidak relevan | Central evidence— sedang diverifikasi |
| Nilai untuk identitas Nusantara | Rendah | Sangat tinggi |
💡 Implikasi Strategis untuk Dokumen Kita
Tantangan terbesar yang diidentifikasi para ilmuwan Indonesia adalah bahwa Sundaland sudah tenggelam sehingga harus menggunakan arkeologi bawah laut — padahal di Indonesia belum ada ahlinya. Bahkan kapal Majapahit, Sriwijaya dan Belanda saja belum digali karena berada di bawah air. [Asianconfluence](https://www.asianconfluence.org/publication-details-full/indonesia-s-nusantara-project-unveiling-the-historical-threads-and-future-of-the-archipelago)
Ini justru menjadi peluang kebijakan terbesar: membangun kapasitas arkeologi bawah laut Indonesia adalah investasi yang sekaligus ilmiah, geopolitik, dan identitas nasional.
Penelitian terbaru juga mengungkap bahwa kehadiran Sundaland diyakini memfasilitasi keberhasilan penyebaran penjelajah maritim pertama dari Wallacea — wilayah Indonesia modern — menjadikan Indonesia bukan hanya pewaris Sundaland tetapi juga titik peluncuran dispersal manusia ke Pasifik dan Australia. [VietnamPlus](https://en.vietnamplus.vn/indonesia-advances-community-development-healthcare-in-new-capital-post338504.vnp)
Sunda Kelapa, 16 Maret 2026
Komentar
Posting Komentar