Yunani Kembali Dibayangi Badai Keuangan



Yunani Kembali Dibayangi Badai Keuangan

Yunani kembali menghadapi tantangan serius di sektor keuangan meski sempat pulih dari krisis besar satu dekade lalu. Ekonom Bank Sentral Eropa (ECB) memperingatkan bahwa kemampuan bank-bank Yunani untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masih terbatas karena beban utang swasta yang belum terselesaikan. [cnbcindonesia](https://www.cnbcindonesia.com/market/20260323100204-17-720863/alarm-eropa-berbunyi-negara-ini-kembali-hadapi-badai-keuangan)

Sebagian besar utang bermasalah kini berada di luar sistem perbankan, sehingga bank kesulitan menyalurkan pembiayaan secara optimal meski indikator kinerja mereka telah membaik. [cnbcindonesia](https://www.cnbcindonesia.com/market/20260323100204-17-720863/alarm-eropa-berbunyi-negara-ini-kembali-hadapi-badai-keuangan)

Latar Belakang Krisis Lama

Sektor perbankan Yunani pernah menderita kerugian besar saat krisis 2010 dan 2015, di mana kredit macet (NPL) mencapai hampir 50% dari total portofolio pinjaman, simpanan berkurang setengahnya, dan bank menderita kerugian miliaran dolar. [cnbcindonesia](https://www.cnbcindonesia.com/market/20260323100204-17-720863/alarm-eropa-berbunyi-negara-ini-kembali-hadapi-badai-keuangan)

Tanda-tanda Pemulihan

Empat bank terbesar Yunani — National Bank, Eurobank, Piraeus, dan Alpha Bank — mencatat laba bersih gabungan hampir 5 miliar euro pada 2025, dan rasio kredit bermasalah mereka turun drastis menjadi di bawah 4%, mendekati rata-rata perbankan Eropa. [cnbcindonesia](https://www.cnbcindonesia.com/market/20260323100204-17-720863/alarm-eropa-berbunyi-negara-ini-kembali-hadapi-badai-keuangan) Pemerintah Yunani juga telah merampungkan privatisasi keempat bank tersebut pada 2024, setelah sebelumnya menyuntikkan dana talangan hingga 50 miliar euro saat krisis, dan ECB pun telah mengizinkan bank kembali membagikan dividen setelah 16 tahun. [cnbcindonesia](https://www.cnbcindonesia.com/market/20260323100204-17-720863/alarm-eropa-berbunyi-negara-ini-kembali-hadapi-badai-keuangan)

Masalah Struktural yang Masih Membayangi

Yunani sebelumnya memindahkan sekitar 57 miliar euro kredit bermasalah ke pasar sekunder melalui skema perlindungan aset, sehingga banyak utang kini ditangani oleh perusahaan pengelola pinjaman, bukan bank. Dampaknya, rumah tangga dan pelaku usaha yang masih memiliki utang bermasalah menjadi sulit mengakses kredit baru. [cnbcindonesia](https://www.cnbcindonesia.com/market/20260323100204-17-720863/alarm-eropa-berbunyi-negara-ini-kembali-hadapi-badai-keuangan)

Nilai aset bermasalah tersebut bahkan setara dengan sekitar sepertiga PDB Yunani, dan ECB menegaskan bahwa penyelesaian utang bermasalah ini masih menjadi salah satu tantangan terbesar yang harus dihadapi negara tersebut ke depan. [cnbcindonesia](https://www.cnbcindonesia.com/market/20260323100204-17-720863/alarm-eropa-berbunyi-negara-ini-kembali-hadapi-badai-keuangan)


Intinya: Meski perbankan Yunani secara teknis sudah jauh lebih sehat, "sisa-sisa" krisis berupa utang bermasalah yang berpindah ke luar sistem perbankan masih menghambat akses kredit bagi masyarakat dan bisnis, sehingga membatasi pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Di Ujung Tanduk Sejarah: Krisis Iran-Amerika dan Pencarian Jalan Keluar yang Mustahil

Gagasan "Revolusi Persemakmuran"

OKI sebagai "Khilafah Fungsional" Abad Ini: Menuju Peran Strategis di Tengah Multipolaritas Global