Terdampak Banjir Bandung Selatan, Ratusan Warga Dayeuhkolot Sholat Iedul Adha di Lapangan Yon Zipur 3

Terdampak Banjir Bandung Selatan, Ratusan Warga Dayeuhkolot Sholat Iedul Adha di Lapangan Yon Zipur 3

Dayeuhkolot, Bandung – Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah yang jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026, diwarnai dengan ujian bagi ribuan warga Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung. Sejak tiga hari sebelumnya, hujan deras yang mengguyur wilayah Bandung Raya menyebabkan tiga sungai besar, yaitu Sungai Citarum, Sungai Cipalasari, dan Sungai Cigede, meluap dan merendam permukiman warga.

Meskipun sebagian wilayah masih digenangi air setinggi 10 sentimeter hingga 1,5 meter, semangat untuk beribadah tidak surut. Ratusan warga yang rumahnya terdampak tetap melaksanakan Salat Sunat Idul Adha berjamaah di Lapangan Yon Zipur 3/YW Siliwangi, Desa Dayeuhkolot, pada pagi hari itu.

"Kami tetap berusaha melaksanakan Salat Ied meskipun akses menuju lokasi sedikit terganggu. Ini bentuk kepasrahan dan rasa syukur kami di tengah musibah," ujar salah seorang pengurus DKM setempat.

Ribuan Warga Terdampak dan Mengungsi

Bencana yang dipicu hujan deras sejak Sabtu (23/5/2026) ini tercatat sebagai salah satu yang terbesar di musim ini. Data yang dihimpun oleh Camat Dayeuhkolot, Asep Suryadi, menyebutkan bahwa total korban terdampak mencapai 2.185 jiwa yang tersebar di empat wilayah: Desa Dayeuhkolot, Desa Citeureup, Desa Cangkuang Wetan, dan Kelurahan Pasawahan.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 168 warga dari 61 Kepala Keluarga (KK) terpaksa mengungsi. Lokasi pengungsian utama disediakan di dua masjid di Desa Citeureup, yakni Masjid Annur yang menampung 56 jiwa dan Masjid Al Ikhlas yang menampung 50 jiwa. Para pengungsi yang terdiri dari lansia, balita, dan ibu menyusui itu mengaku kesulitan untuk kembali ke rumah karena rumah mereka masih terendam banjir.

Kekhusyukan di Tengah Akses yang Lumpuh

Meskipun semangat warga tinggi, kondisi di lapangan tidak mudah. Akses menuju lapangan Yon Zipur 3 pun ikut terdampak. Banjir merendam Jalan Raya Dayeuhkolot depan kantor pos dengan ketinggian mencapai 40 hingga 60 sentimeter, serta Jalan Raya Dayeuhkolot-Moh Toha dengan ketinggian 40 hingga 50 sentimeter.

Kondisi ini membuat sebagian kendaraan roda dua tidak bisa melintas, sehingga warga harus berjalan kaki atau mencari jalur alternatif yang lebih tinggi. Pelaksanaan Salat Ied yang berjalan khidmat ini turut mendapat pengamanan penuh dari aparat TNI dan Polri untuk mengantisipasi potensi kepadatan lalu lintas dan memastikan situasi keamanan kondusif.

Sebelumnya, untuk pelaksanaan Shalat Idul Fitri 1447 H pada Maret lalu, Lapangan Yon Zipur 3 dipantau dihadiri sekitar 600 jamaah. Jumlah serupa diperkirakan hadir dalam pelaksanaan Salat Idul Adha kali ini. Setelah sholat, rencana pemotongan hewan kurban akan dipusatkan di wilayah terdampak, termasuk penyembelihan sapi bantuan dari Presiden Prabowo Subianto yang dilakukan di Masjid Miftahul Jannah, Desa Citeureup, untuk kemudian dagingnya dibagikan kepada warga yang sedang terisolasi banjir.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Di Ujung Tanduk Sejarah: Krisis Iran-Amerika dan Pencarian Jalan Keluar yang Mustahil

Gagasan "Revolusi Persemakmuran"

Dampak Konflik Amerika-Venezuela terhadap Ekonomi Global: Analisis Komprehensif