Membaca Model Bougainville dan Cekoslowakia dalam Konteks Wacana Gerakan Regional di Indonesia
KAJIAN HUKUM INTERNASIONAL KOMPARATIF PENENTUAN NASIB SENDIRI DAN PRINSIP MORAL BHINNEKA TUNGGAL IKA Membaca Model Bougainville dan Cekoslowakia dalam Konteks Wacana Gerakan Regional di Indonesia Catatan Editorial: Esai ini adalah kajian akademik komparatif yang bersifat deskriptif-analitis. Esai ini TIDAK merekomendasikan, mendukung, atau menyimpulkan bahwa wilayah mana pun di Indonesia “layak” atau “berhak” merdeka. Tujuannya adalah memetakan kerangka hukum internasional secara objektif dan menyandingkannya dengan prinsip moral kebangsaan Bhinneka Tunggal Ika, agar pembaca dapat menilai persoalan secara utuh dan berimbang. Disusun oleh: Asep Rohmandar Masyarakat Peneliti Mandiri Kasundaan Nusantara Agustus 2026 1. Pendahuluan dan Batasan Kajian Pertanyaan tentang wilayah mana yang “layak” memisahkan diri dari suatu negara berdaulat adalah salah satu pertanyaan paling sensitif dalam hukum dan politik internasional, karena ia menyentuh langsung dua prinsip fundamental yang...